Tampilkan postingan dengan label Tulisan Buat Kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Buat Kamu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

halaman 6



          Kumandang azan zhuhur membangunkanku dari lelap, segera kusadarkan diri dan mengambil air wudhu untuk menghadap sang kuasa. Aku pun dulu sempat merasa heran kenapa kita harus sholat, kenapa kita harus berdoa. Ternyata hanya waktu yang dapat menjawab semua pertanyaan konyol dari otakku yang lugu tersebut.
          Bagaimana kita tidak berterimakasih atas apa yang Tuhan berikan kepada kita secara percuma?. Bagaimana kita dapat menghargai apa yang Dia berikan tanpa harus kita balas kebaikan-Nya?. Ya hanya dengan sholatlah kita dapat berterima kasih pada-Nya dan hanya dengan berdoalah kita dapat menghargai segala apa yang telah diberikan-Nya.
          Selepas menunaikan kewajiban, kembali ku duduk di balkon kosan, menatap orang yang  lalulalang ada yang mencari makanan, ada yang bapak- bapak yang baru pulang dari masjid, ada segerombolan anak anak yang kejar- kejaran.

halaman 5


          Aku kembali masuk ke kamar kosanku dan langsung merebahkan tubuh keranjang yang sangat empuk hingga punggungpun terasa sakit.
          Kupejamkan mata dan berharap lelap menjemput sambil mendengar alunan gitar “Romance de amore”.
          Hangat pagi membangunkan ku, seraya menyambutku dengan senyum indahnya dan aku belum pernah menatap indahnya pagi dikota ini, aku tak pernah bersyukur telah dapat menginjakan kaki ke kota yang dipenuhi dengan remaja rantauan seperti aku yang ingin mencuri ilmu disini dan membawaya pulang ke daerah asal masing- masing untuk diterapkan disana.

Kamis, 10 Januari 2013

halaman 4


          “Aku suka kopi loh”, ungkapmu sambil tersenyum pada ku memecah keheningan kita. Aku hanya tersenyum, entahlah bagaimana aku merespon pernyataan mu itu. Jujur baru sekali ini aku merasa sebegini canggung terhadap cewek. Terakhir kali aku merasa canggung saat aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Enah kalau berada di dekat cewek pasti aku langsung gemetar dan paling ngak keringat dingin tambah ngak bisa ngomong. “Aku suka berpetualang tau”, sahutmu lagi sambil tersenyum padaku.
          “Heheheehe... aku ga terlalu suka, tapi aku sering kok berpetualang, pengennya sih backpack keliling jawa seru banget kan ya ?”, jawabku.
          “Asik ya ?, naik gunung juga asik loh”
          “Aku ngak kuat naik gunung”.

Sabtu, 29 Desember 2012

halaman 3

          Malam ini indah ku rasa, meskipun sinar bulan tak turut menemani sang malam, melainkan gerimis.

          Aku masih ingat rupamu, walaupun sudah seminggu kita tak bertemu.
          Entahlah kenapa aku bisa sampai mau menulis, kuharap hanya tulisan inilah yang membuat ku bisa bernyali lebih. Hanya ini dengan ini aku dapat menenangkan hati ku sendiri. Hanya dengan ini aku bisa tetap mengingatmu .
Buat kamu yang ada disana...
          Gerimis udah mulai reda, hiruk pikuk di jalanan depan kos ku pun sudah mulai. Mungkin ini malam yang tidak seindah malam saat satu minggu yang lalu. Malam saat kita pertama kali bertemu.
          “Hai”. Dengan kata itulah pertama kami kamu menyapaku. Aku hanya diam. Hanya membalas dengan senyuman. Terlalu takut, dan ngak nyangka kalau kamu bakalam bilang itu. Mungkin itu pertanda kalau kamu mulai risih saat ku perhatikan. Mungkin juga kamu merasa bingung kenapa aku terus memperhatikan mu.
          Aku duduk di depan beranda rumah sambil terus membayangkan wajahmu. Melihat motor motor lalu lalang sambil tetap menulis apa isi hatiku malam ini.

halaman 2



Buat kamu yang ada disana...
          Menurutku, cinta tak harus memiliki itu perkataan orang putus asa, terlalu lemah, bahkan tidak memiliki nyali.
          Cinta itu harus di perjuangkan, tapi tidak perlu pengorbanan, cinta juga tak harus selalu saling mengerti, tapi cinta harus saling percaya.
          Selama matahari menyinari pagi, selama bulan masih menyinari malam, seperti itulah cinta akan tetap bersinar.
          Eeeemmmm...
          Terlalu berhayal tentang mu aku malam ini. Semua kemampuan otak ku hanya kucurahkan untuk mengingat setiap detail senyummu, setiap detail cara mu berbicara, melangkah, tertawa. Menyenangkan sekali bagi ku....

-Pertama kali-



Buat kamu yang ada disana...
          Malam ini aku menulis sebuah tulisan buat kamu. Seiring gerimis malam ini, aku mulai memainkan jemariku di atas buku dan pena, sambil ngebayangin wajah kamu, bibir merah mu, mata bulat mu,  manis deh...
          Ngak lain dan ngak bukan tulisan ini cuma buat kamu, tapi sayang aku belum tau nama mu saat itu. Tapi kayanya asyik kalau bisa kenalan. Asyik kalau bisa berbincang denganmu, kalaupun di izinkan aku akan dengan asyik menyayangi dan mencintaimu.
          Menghela nafas panjang, mengumpul nyali, berharap dapat berbicara atau hanya sekedar menyapa saja. Tapi sayang nyaliku tak terlalu besar untuk melakukan itu.Sore itu terasa sangat indah, walaupun kamu tak memperhatikan aku, tapi aku selalu mengikuti gerak gerikmu, sambil sesekali mencuri pandang ke mata mu yang bulat dan bibir merah mu itu saat kita pertamakali bertemu.